living life and love to the fullest...

Monday, May 14, 2007

Personal Big Bang

Ini kisah Ruki, seorang karyawan yang bekerja di sebuah panti pijat di Desa Ujung Sekali. Ruki seorang pemijat baru di panti itu, sebelumnya ia bekerja di panti pijat di seberang pulau sana. Awalnya Ruki excited di tempat barunya, tetapi kemudian ia kehilangan kenikmatan bekerja. Lalu menjadi stres…

Panti pijat tersebut kerap mengalami perubahan. Mulai dari pergantian kepala panti pijat, struktur para pemijat, ruang kerja untuk memijat, metode pijat sampai minyak yang digunakan untuk memijat.

Ruki pun terkena imbas perubahan tersebut. Ia yang tadinya bekerja khusus sebagai pemijat senior, kini dilibatkan dalam mengelola keuangan panti pijat. “Ini betul-betul di luar kontrak! Aku teken kontrak untuk jadi tukang pijat, bukan ngurusin duit! Aku ga ada pengalaman atau skill di bidang gituan, masa sekarang disuruh ngurus duit???” geram Ruki.

Selain perubahan pekerjaan yang istilah kerennya job description, Ruki pun mengalami banyak perubahan lainnya yang membuat chemistry-nya makin tidak klop dengan panti pijat tersebut.

Bila banyak orang meributkan berbagai konsep change management dan bangga saat mengetahui konsep tersebut, Ruki langsung mengalami perubahan berkali-kali di panti pijat tersebut, dalam waktu yang relatif singkat pula. Ini mengakibatkan ia menjadi gelisah, jenuh dan keletihan yang luar biasa. Sampai-sampai ia mengalami stres, dan stres tersebut pernah membahayakan dirinya...

Saat mengemudi, Ruki pernah ‘menyenggol’ seorang bapak di jalan. Padahal kejadiannya siang hari sekitar jam 2 (tidak ada alasan menyenggol karena tidak kelihatan), setelah makan siang (tidak ada alasan tidak fokus karena kelaparan), dan di mobil ia ditemani seorang teman (tidak ada alasan mengantuk karena mengemudi sendirian). Kendaraan yang dikemudikan Ruki juga dalam keadaan fit dan bergerak lambat, hanya sekitar 20 km/jam. Dan sesungguhnya saat kejadian itu berlangsung, posisi kaki kanan Ruki sudah di rem. Tetapi, herannya, otak Ruki tak mampu menggerakan kakinya untuk mendorong pedal rem. Temannya juga sudah teriak mengingatkan, tetapi tetap saja otak Ruki rasanya blank

Bapak yang disenggol tersebut marah luar biasa, walaupun ia tidak terjatuh, tidak lecet sedikitpun, tetapi ia terus memukuli mobil Ruki sekuat tenaga. Ruki tidak merasa takut ataupun marah saat mobilnya dipukuli, sebaliknya teman seperjalannya malah menjadi panik. Sementara Ruki tetap dengan diam dan dengan otaknya yang masih blank melanjutkan mengemudi…

Ruki menderita stres berat… Dan Ruki pun memutuskan untuk konseling dengan seorang psikolog temannya…

Psikolog membenarkan ketegangan yang diderita Ruki. Hasil diagnosa menunjukkan bahwa Ruki berusaha fokus ke banyak hal yang membuatnya malah menjadi tidak fokus sama sekali. Untuk itu Ruki dianjurkan untuk tidak memikirkan banyak hal, dan berusaha menikmati hidup.

Make life a bit lighter...

Dengan input dari psikolog tersebut, Ruki memutuskan untuk mencoba menerima perubahan-perubahan yang ada. Langkah awal yang dilakukannya adalah mengubah paradigma’-nya sendiri yang awalnya tak bisa menerima perubahan menjadi bahwa ia dapat mengerjakan pekerjaan barunya. Walaupun buta akan bidang keuangan, toch ia dapat mempelajarinya. Ia pun bisa bekerja sama dengan kepala panti pijatnya yang baru.

Langkah berikutnya, Ruki melakukan ‘personal big bang’, yaitu menciptakan suatu moment yang menghentak yang memaksa Ruki keluar dari comfort zone-nya. Ruki yang dulunya terpaku pada pekerjaan memijat, sekarang keluar dari zona itu dan memasukan dirinya zona baru yaitu bidang keuangan. Ruki yang telah nyaman dengan kepala panti pijat yang lama, kini berusaha keluar dari zona tersebut dan berupaya menyukai kepala panti pijat yang baru.

Personal big bang ini dilakukan Ruki dengan sengaja. Sengaja di keesokan harinya ia melakukan hal-hal yang tidak biasa ia lakukan sebelumnya. Misalnya sengaja datang sangat terlambat, memakai kostum yang aneh, bersikap beda, dsb. Ini sebenarnya hanya simbol saja yang menunjukkan bahwa ada hal-hal ‘di luar hal yang biasa’ yang sebenarnya menyenangkan juga…

Hal-hal di luar comfort zone bisa jadi menyenangkan juga…

Setelah melakukan personal big bang, Ruki memasuki tahapan yang ketiga yaitu ‘merubah perilakunya’. Ia mulai mempelajari bidang keuangan, mulai bercengkerama dengan pemimpin barunya, dan pelan-pelan mengurangi jamnya memijat pelanggan. Hingga kini Ruki masih berusaha di fase ketiga ini.

Tahap ketiga ini sulit untuk dilakukan. Merubah kebiasaan merupakan hal yang sangat sulit untuk dilakukan Apalagi orang-orang dari pihak eksternal cenderung ingin instan dan belum tentu memberi waktu yang cukup bagi Ruki untuk menunjukkan kinerjanya di bidang barunya. Tetapi Ruki tetap berusaha berubah tanpa perduli dengan pandangan sekitarnya. Well, at least Ruki berusaha menikmati hidupnya dan menjadi tidak stres…

d