Jaman sekarang, orang mudah sekali membuat persepsi….
Saat kita membantu orang lain secara tulus atau saat kita mendekati seseorang dengan baik-baik untuk berteman dengannya, eh, kita malah dikira macam-macam… Kita dikira ada maunya [Nih orang mau apa dari gue? Mau duit? Bantuan atau fasilitas?], dan tak jarang, kita malah dikira jatuh cinta !
Misalnya kisah si Buncel dan si Bancol. Saat Buncel nolongin Bancol pindah rumah, dikira Buncel jatuh cinta dengan Bancol. Padahal kagak… Lalu Buncel kesal dan dia bilang terus terang ke Bancol bahwa dia gak jatuh cinta. Eh, Bancol malah nyebar gosip mengatakan bahwa Buncel menjadikannya sebagai ‘back-up’. Alamak ! “Buat back-up juga mendingan orang lain...” ujar Buncel geram.
Hal ini membuat Buncel kesal 2 kali. Pertama, ketulusannya membantu disalahartikan, disangka negatif oleh Bancol. Lalu Buncel digosipin pula… Karena kesal, akhirnya Buncel menjauhi Bancol…
Dalam hal ini, jelas Bancol kegeeran, dan kegeeran itu disebabkan oleh persepsi di benaknya sendiri…
Kenapa sih orang begitu mudah dan cepat sekali membuat persepsi?
Menurut pengamatan Rombengus, ada 2 faktor utama penyebabnya. Pertama, masyarakat kita semakin lama semakin individualistis. Hal ini membuat orang cenderung menjadi tertutup (introvert) dan penyendiri. Dan orang bertipe ini akan bingung bila tiba-tiba didekati atau dibantu orang lain. Bingung karena tak biasa mendapat perlakuan demikian…
Kedua, dengan adanya argumen bahwa dunia semakin edan dan semakin banyak orang abnormal, yang membuat orang menjadi overprotective terhadap dirinya sendiri. Bila ada orang yang tiba-tiba mendekat atau membantu, langsung dicurigai…
Padahal, dalam hidup sehari-hari ada proses ‘take and give’ dimana selain memberi (to give) kita juga perlu menerima (to take) dari orang lain. Orang lain juga perlu memberi ke sesama, dan bila belum apa-apa kita sudah curigaan dan berpikiran macam-macam, kita malah menghambat proses ‘take and give’ itu.
Selain itu, sikap curigaan juga bisa menghambat kita untuk berteman dengan lebih banyak orang. Malah bisa jauh dari jodoh! Bisa jadi orang itu jodoh kita, tapi karena persepsi kita sendiri, malah gak jadi deket…
Sebenarnya - meskipun jaman makin edan - masih ada kog orang-orang baik yang berbudi pekerti luhur, beretika tinggi dan berjiwa malaikat (wow !). Jadi, nyantai aja lagi… Kagak usah berpikiran macem-macem dulu, gak usah kege’eran ! Bila terbukti bahwa niatan orang yang deketin atau bantu kita itu gak bener, baru kita pasang kuda-kuda. Kagak perlu pasang ancang-ancang dari awal…
Salam,
Rombengus
living life and love to the fullest...
Tuesday, April 12, 2005
Dikira jatuh cinta !
Posted by rombengus at 3:40 PM
