living life and love to the fullest...

Tuesday, March 22, 2005

Dilindas truk beroda 18 !

Dilindas truk beroda 18 !

Beberapa kali Rombengus diminta untuk menulis tentang kekerasan domestik dalam rumah tangga. Ehm, Rombengus kagak punya pengalaman pribadi soal rumah tangga apalagi kekerasan domestik, tapi Rombengus kan coba memberi tanggapan mengenai kasus satu ini.

Rombengus gak abis pikir kenapa sekelompok suami seringkali menyakiti istrinya dengan melakukan kekerasan fisik. Kenapa sih ada suami yang doyan mukulin istrinya? Sebenernya mereka cinta gak sih sama istrinya? Kalo cinta, kog tega menyakiti istrinya? Bukankah cinta kasih tak pernah berjalan paralel dengan tindak kekerasan?

Apakah para suami itu gak bisa mengendalikan emosi (temperamental) dan gak bisa nahan tangannya untuk tidak melayang seenaknya? Bila ini alasannya, si suami wajib berkonsultasi ke psikolog. Konsultasi ke psikolog memang belum jadi hal ‘biasa’ di negeri kita, padahal ada banyak orang-orang bermasalah yang sangat perlu ke psikolog.

Apakah suami gebukin istrinya untuk berolahraga? Alangkah jenakanya bila setelah menikah otot suami bertambah besar sementara si istri jadi babak belur. Haha...

Kalo mau olahraga atau bila memang punya kebiasaan main gebuk ala preman terminal, gimana kalo para suami itu beli kantung pasir aja? Jadi kalo lagi geram si suami bisa tinjuin tuh kantung pasir, bukan si istri. Mungkin Pemerintah bisa membagikan kantung pasir secara gratis untuk para suami bermasalah ini. Dan bila perlu, kantungnya wajib digantung di halaman depan rumah sehingga para tetangga bisa tau bahwa anda – si suami tukang gebukin istri - memiliki masalah pengendalian emosi. Sanksi sosial seperti pencemaran nama baik seringkali lebih ampuh daripada sanksi denda atau penjara.

Mau tau kisah ironis berkaitan dengan hal kekerasan domestik ini?

Tempo hari para suami pada ribut menentang penyerangan Amerika Serikat (AS) ke Irak; tapi ternyata mereka sendiri ‘menyerang’ istrinya... Kalo mau dibandingin, mendingan posisi AS yang nyerang Irak karena AS gak ada hubungan pribadi dengan Irak. Sementara suami pukul istri? Itu kan istri loe sendiri !!

Saat nonton pertandingan sepak bola, para suami juga geram dan gak setuju bila ada pemain yang mukul pemain lain atau wasit. Eh, sendirinya juga main pukul sama istri…

Lalu, para suami menjadi berang pas baca berita adanya aparat menggebuk masa yang lagi demonstrasi; tapi dalam rumah tangganya sendiri, istrinya sendiri juga digebukin...

Para pria/suami yang kayak gini bukannya kings of convenience – seperti nama sebuah group band - tapi kings of ironics…

Apa saran untuk para perempuan/istri yang menjadi obyek kekerasan?

Untuk para perempuan yang belum menikah, Rombengus menyarankan agar berpisah dengan kekasih anda bila saat pacaran dia udah berani main tampar/pukul. Pacaran kan ibarat training dan bila saat pacaran aja dia udah menyakiti anda, apalagi nanti?

Tapi kalo udah terlanjur menikah dengannya, sebaiknya para istri mencari jalan keluar dan jangan mau dijadikan bulan-bulanan si suami. Mungkin – sama seperti saran di atas – anda bisa mengajak suami ke psikolog untuk berkonsultasi. Terus terang Rombengus menentang perceraian, jadi Rombengus gak akan menyarankan demikian.

Mungkin ada argumen bahwa mencintai itu harus rela berkorban. Ehm, definisi berkorban itu macam-macam mbak, dan rela menderita digebukin suami bukanlah bentuk pengorbanan yang sehat.

Saran lainnya, demi keamanan para perempuan – bukan hanya untuk kasus kekerasan domestik ini saja - alangkah baiknya bila para perempuan belajar olahraga bela diri. Selain dapat menyehatkan tubuh, juga membuat kita sigap dan kuat dalam menghadapi berbagai tantangan. Dan sekedar bocoran, bila sejak pacaran kekasih anda tau bahwa anda bisa olahraga bela diri, dia pasti gak berani macem-macem deh. Hehe…

Saran mengikuti olahraga bela diri ini tidak menandakan bahwa Rombengus nyaranin para istri untuk membalas menggebuk suami. Nggak lagi... saling gebuk mah bisa bikin tawuran domestik ! Gak beda dengan anak SMP atau SMA ! Tapi dengan olahraga bela diri, para istri bisa ‘menghindar’ dari pukulan suami. Banyak kog olahraga bela diri yang mengajarkan ini – cara mengelak/menghindar - dan gak perlu berlatih sampe ban hitam atau berguru ke shaolin di negeri Tiongkok segala.

Pink - penyanyi asal AS yang rambutnya sekarang gak lagi berwarna merah jambu dan kerap kali lagu-lagunya berisi potret kerasnya kehidupan di AS - menyinggung soal kekerasan domestik ini di lagunya yang berjudul 18 wheeler dalam albumnya Missundaztood. Lewat lagu ini Pink menyarankan para perempuan dan istri agar melepaskan diri dari objek kekerasan suami, menjadi kuat dan maju terus!

Ini sebagian dari liriknya:

You can push me out the window; I'll just get back up… [Pink sepaham dengan Rombengus, tindak kekerasan itu kagak perlu dibalas tapi cukup dengan back up]

You can run over me with your 18 wheeler truck; and I won't give up... [Truk beroda 18 itu guede buanget, dan ini sekedar contoh ekstrim dalam menggambarkan bentuk kekerasan yang dilakukan suami atau penggambaran beratnya kekerasan yang dialami si istri]

Hey, hey, man! What's your problem?
I see you tryin' to hurt me bad; Don't know what you're up against
Maybe you should reconsider; Come up with another plan
Cuz you know I'm not that kinda girl; That'll lay there and let you come first
Hey, hey, girl! Are you ready for today?
You got your shield and sword? Cuz its time to play the games
You are beautiful; Even though you’re not for sure
Don't let him pull you by the skirt; You're gonna get your feelings hurt
You can push me out the window; I'll just get back up…
You can run over me with your 18 wheeler truck; And I won't give up...
You can hang me like a slave; I'll go underground...
You can run over me with your 18 wheeler bus; You can't keep me down…


Jadi, gimana kalo kita mulai belajar mengendalikan emosi dan gak usah main gebuk terutama terhadap pasangan sendiri? Katanya udah besar dan dewasa? Maloe atuh sama pelajar yang masih sekolahan kalo kita masih main pukul juga... Malu uda sekolah tinggi-tinggi, kerja kantoran, tapi masih berjiwa preman... Dan untuk para perempuan/istri, hayo bangun! Jangan mau dijadikan korban kekerasan suami...

Salam damai,
Rombengus

d