living life and love to the fullest...

Sunday, December 19, 2004

Tips cihui dari Jema

Tau budaya manusia yang masih ada sampai ke abad sekarang ini ?
Yaitu budaya dimana orang tua suka menjodohkan anak-anak mereka.

Jema, seorang gadis berdarah Maluku dan Aceh, adalah salah satu ‘korban’ dari acara perjodohan para ortu tsb. Sebenernya ortu Jema sendiri tak menjodohkan Jema ke anak orang lain, sebaliknya, para ortu yang memiliki putra yang masih jomblo sibuk memperkenalkan putra-putra mereka ke Jema. Maklum, Jema ini jelita, perutnya kotak-kotak (otot perutnya kenceng buanget sampai menyerupai kotak-kotak), perokok pasif (kesian deh…), gak suka kebut-kebutan di jalan raya dan selalu mengembalikan barang pinjaman tepat pada waktunya…

Awalnya Jema kesal bila ada seorang ibu yang membawa putranya untuk berkenalan dengannya, sebab Jema sendiri telah menancapkan hatinya yang terdalam ke seorang Batak yang seksi (bukan Rombengus lho, Rombengus mah kagak ada seksi-seksinya !).

Tapi kemudian Jema malah gemar dikenalkan dengan putra-putra kenalan keluarganya (ada juga yang gak kenal sama sekali). Alasan Jema suka dikenalkan dengan para pria itu ada 2 :

1. Berkenalan dengan setiap orang pada prinsipnya adalah baik. Jema tidak berpikir bahwa Jema ‘harus’ jadian dengan setiap pria yang dikenalkan padanya. Jadian atau nggak itu urusan belakangan, yang penting berteman dahulu. Lumayan kan memperbanyak koleksi teman ?

2. Menambah pengetahuan (Apa, menambah pengetahuan ??)

Jema tau benar bahwa pria itu sukanya berada di posisi yang lebih hebat dari perempuan, pria juga terkenal suka ber-bullshit-ria saat pendekatan. Pria –khususnya pria Indonesia- pada umumnya berkoar-koar mengumumkan kehebatannya dan berharap si wanita akan terpesona dengan kehebatannya itu lalu jatuh cinta padanya...

Jema sangat cerdik menghadapi keadaan ini. Dia tidak langsung jatuh tertidur atau mengelus dada mendengar bullshitan para pria yang mendekatinya, melainkan ‘mengarahkan’ pembicaraan sehingga pria tsb memberikan informasi dan juga pengetahuannya sesuai dengan topik yang dikehendaki Jema.

Misalnya saat Jema dikenalkan dengan Toni yang ahli ekonomi. Saat berkencan, Jema mengarahkan pembicaraan membahas perihal ilmu ekonomi dan keadaaan perekonomian Indonesia. Dalam kencan yang lamanya beberapa jam itu, pengetahuan Jema tentang ekonomi meningkat tajam. Toni tak sadar bahwa dia telah mengeluarkan segenap ilmu dan aneka teori di kepalanya dan memberikannya secara gratis kepada Jema. Toni justru merasa telah berhasil membuat Jema terpana dengan pengetahuannya.

Waktu berkenalan dengan Todo yang katanya jago komputer dan kutu buku, Jema mengajaknya membahas mengenai perkembangan software, hardware serta buku-buku terbaru. Tanpa perlu beli dan baca bukunya sendiri, Jema mendapatkan informasi secara gratis dan cepat (baca buku kan lama, kalo dicerita’in bisa lebih cepet). Seperti halnya Toni, Todo juga tak sadar telah ‘dihisap’ pengetahuannya oleh Jema.

Kata ‘dihisap’ mungkin terdengar ekstrim, kesannya si Jema ini jahat sekali. Jema gak jahat kog, sebab pada prinsipnya keadaan Jema dan para pria yang mengejarnya adalah ‘simbiosis mutualisma’ alias sama-sama menguntungkan. Si pria gembira karena merasa telah berhasil mem-bullshit-in Jema, telah berhasil membuat Jema terpana atas kehebatan dirinya. Sementara Jema berhasil mendapat informasi dan pengetahuan dari pria tsb secara cuma-cuma. Sama-sama untung dan gembira bukan ?

Pesen dari Jema buat pembaca, bila ada yang merasa dirinya mentok dengan seseorang, gak ada salahnya lho berkenalan dengan yang lain. Hati mentok bukan berarti gak boleh menambah teman…

Dan bila kita ketemu atau menghadapi orang-orang yang bawel/cerewet di sekitar kita atau sering dibullshitin seseorang, gak perlu membenci mereka atau menghindari mereka (katanya deket orang bawel bisa bikin sakit telinga dan sakit hati). Coba arahkan pembicaraannya supaya si bawel itu bisa berkicau sesuai dengan yang kita inginkan… Siapa tau kita malah bisa nambah informasi dan pengetahuan dari si bawel, seperti Jema yang menambah pengetahuannya secara cepat dan gratis dari pria-pria yang mem-bullshit-innya.

Hidup Jema ! Serap pengetahuan sebanyakbanyaknya !
Rombengus


Numpang iklan :
Bila ada yang punya buku dan tidak mau dikoleksi lagi, ataupun yang terbeban dengan pengembangan pengetahuan anak Indonesia. Tolong sumbangkan buku-buku anda –bekas dan baru- ke www.1001buku.org atau japri Rombengus. Terima kasih.

d