Beberapa waktu yang lalu Rombengus menerima sepucuk surat pembaca yang menyatakan kekecewaannya yang mendalam setelah bertemu langsung dengan Rombengus. Isi surat tersebut sbb:
Gue kecewa sama Rombengus, dari tulisan-tulisannya gue kira orangnya asik banget, gimanaaa.... gitu. Taunya orangnya amit-amit !!! Kagak ada hebat-hebatnya deh !
Dia pernah nulis tentang lookism yang menilai seseorang dari tampilan luarnya. Eh, taunya dia sendiri lookism sejati ! Doyannya sama yang cakep-cakep doang. Kalo ketemu orang cakep, dia bisa ngobrol berjam-jam. Tapi kalo berhadapan dengan orang yang jelek apalagi orang tersebut bawel, pasti dalam hitungan detik Rombengus langsung ngantuk !
Dia pun pernah nulis tentang hidup hemat dan gak suka dengan pola hidup konsumtip. Dia pernah negor gue karena gue beli BH mulu (BH itu singkatan dari breast holder, gue kan koleksi BH). Tapi ternyata dia lebih konsumtip dari gue ! Mana belinya barang-barang elektronik yang mahal-mahal lagi, kayak laptop yang layarnya 10.6 inch yang super tipis dan super ringan. Dia mana mau pake laptop yang bodi-nya gede dan tebel yang harganya jauh lebih murah, padahal fungsinya sama aja. Jadi mendingan gue deh yang sering beli BH daripada dia. Nominal duit yang dibelanjain kan dikitan gue…
Dari data diri di Friendster, Rombengus ngakunya pecinta dan pemusik beraliran klasik dan jazz sejati. Eh, kemarin dulu gue liat dia jingkrak-jingkrak dengerin lagunya Linkin Park, Korn, Rammstein, dll di sebuah kos-kosan di Bandung. Muna’ bener dah !
Tulisan-tulisan dia pun mengesankan orangnya dewasa, berani, ‘stabil’ dan mapan. Uh, keliatannya doang ! Aslinya dia tuh manja buanget ! Anak mami ! Dia juga pelit gak karuan, tukang bo’ong, dan suka merasa dirinya yang paling hebat sedunia. Memprihatinkan deh… Belon lagi kebiasaannya yang suka gonta-ganti pasangan, nyaingin kebiasaan ‘kawin-cerai’-nya selebriti Indonesia. Eh, denger-denger Rombengus suka ‘jalan’ ma sesama cewe juga ??
Trus kesannya dia hidup ‘suci’, anti-pornografi dan anti seks bebas. Lha, link di Internet Explorer di komputer dia kog berbau-bau XXX semua ? Belon lagi pas gue pake komputer dia dan otomatis sign-in ke MSN messenger trus temen chatting dia nyapa « Hello hot girl… » Buseeett ! ! !
Pokoknya gue kecewa dengan Rombengus. Kecewa beraaattt ! ! !
-
Banyak orang terfokus pada status diri. Mereka ingin memiliki status yang sehebathebatnya. Status yang hebat bagi masyarakat kita contohnya adalah: berprofesi sebagai direktur, dokter spesialis, bintang film, profesor, punya gelar akademis yang hebat, punya rumah gedongan, punya sedan SAAB seri 9, berpenghasilan 25 juta per bulan, pernah jalan-jalan keliling dunia, orang kaya atau anak orang kaya, dsb.
Orang-orang itu begitu tergila-gila mengejar status tersebut sampai-sampai karakter diri mereka sendiri tidak berkembang dengan kualitas yang baik alias karakter mereka menjadi buruk. Sikap, perilaku, tata bahasa, pola pikir dan budaya mereka dibiaskan oleh upaya mengejar status diri…
Mungkin anda beranggapan bahwa karakter anda tidak penting, status diri lah yang terpenting. Ehm, anggapan ini tidak benar... Orang menilai karakter anda, apalagi bila orang tersebut semakin dekat dengan anda. Semakin dekat seseorang dengan anda, semakin penting karakter anda bagi orang itu, dan semakin kurang penting status diri anda… Karena orang yang dekat akan menilai diri anda ‘bagian dalamnya’ secara personal.
Suatu kisah, seorang pria merasa terhina saat wanita yang ditaksirnya tiba-tiba menjauhi dirinya. Dia berpikir « Gue kurang apa coba ? Gue punya pekerjaan bagus, rumah cicilan, mobil (pinjeman kantor), titel MSc dari Amrik. Gue kurang apa ? »
Pria tsb –seperti kebanyakan orang- hanya menilai dirinya sendiri berdasarkan ‘status’ yang dibuat oleh masyarakat. Dia tidak sadar bahwa dia memiliki ‘karakter’ yang kurang baik sehingga si wanita memilih untuk tidak bersamanya…
Bila anda memiliki karakter yang kurang baik, bisa jadi –atau telah terjadi- saudara, teman, atau rekan sekantor anda kecewa dengan anda setelah mengetahui ‘sisi bagian dalam’ anda. Ada yang menunjukkan kekecewaan itu dengan sikap antipati (seperti menghindar / menjauh), tetapi ada pula yang menahan diri dan berusaha tetap tersenyum dengan anda meski sebenarnya dia berusaha untuk tak lagi berhubungan / bertemu dengan anda…
Salam dari tanah air,
Rombengus yang belagu !
living life and love to the fullest...
Friday, December 10, 2004
Kecewa berat dengan Rombengus !
Posted by rombengus at 5:32 PM
