Sebagai penggemar tenis, saya suka sekali nonton pertandingan tenis di TV dan suka juga memantau perkembangan tenis dunia. Saat ini petenis favorit saya itu si Justine Henin-Hardenne, cewe Belgia yg sekarang ada di peringkat 3 dunia di bawah Serena Williams dan rekan senegaranya Kim Clijsters. Saya suka si Justine ini bukan karena gayanya cuek banget ato karena dia asli Belgia, tapi karena mental berjuangnya yang luar biasa….
Beberapa waktu yang lalu dia menjuarai Rolland Garros di Perancis, salah satu kompetisi tenis paling bergengsi di dunia. Dan disana pula dia berhasil mengalahkan Serena Williams sampai membuat Serena menangis –karena kalah- saat diwawancarai wartawan. Sampai saat ini kan si Serena itu memang tak terkalahkan, dan konon baru si Justine ini yg bisa ngalahin dia.
Kejuaraan berikutnya adalah Wimbledon di Inggris. Tetapi kali ini si Justine kalah dari Serena. Namun ada hal yg menarik dari kejuaraan ini… Saat itu kebetulan telapak tangan kiri si Justine cedera dan dibalut (kayaknya sih karena jatuh), kemudian sebelum tanding dia ditanya wartawan apakah cedera di tangan itu bakal menghambat dirinya, si Justine jawab bahwa dia akan berusaha utk tidak mengingat kalo tangan kirinya luka. Meskipun demikian, selama pertandingan keliatan juga bahwa dia beberapa kali meringis sambil memegang tangan kirinya tapi dia tetep berusaha main sebaik-baiknya, namun begitu dia kalah juga dari Serena di kompetisi kali ini. Selesai pertandingan, dia ditanya wartawan lagi apakah kekalahannya itu disebabkan tangan kirinya itu, dan si Justine menjawab bahwa Serena memang pemain yg hebat dan kejuaraan Wimbledon itu memang pantas untuk Serena. Si Justine itu gak ada ngomong apa² soal tangannya yg cedera itu…
Kejuaraan berikutnya adalah Accura Classic di San Diego. Di kejuaraan ini si Justine menang lagi dari rekan senegaranya Kim Clijsters. Memang Serena tidak hadir di kejuaraan ini karena sedang operasi lutut. Tapi menghadapi Kim pun sudah luar biasa berat untuk Justine, sebab telapak kaki kanannya sedang cedera saat itu. Bahkan sempat pula ganti perban saat pertandingan berlangsung.
--------------------
Kalo kita bandingkan si Justine ini dengan diri kita, bisa bikin kita malu sendiri L. Kita kan sering sekali mencari² alasan untuk sebuah kegagalan yg kita peroleh, bahkan ada pula yg nyalahin Tuhan karena kegagalan diri kita sendiri… Tidak lulus ujian yang disalahkan profesornya ; tidak mendapat pekerjaan yang disalahkan perusahaannya yg menurut kita tidak memberi kita kesempatan… Yang lucu lagi waktu ada temen (cowo) gagal mendapatkan seorang cewe dan temen cowo lainnya bilang kalo hal itu disebabkan karena dia kurang cepet… padahal, apa bener kecepatan adalah kunci dia tidak mendapatkan cewe itu ? Kalo emang cewenya gak suka, kalo emang gak jodoh, kenapa musti cari² alasan yg sekedar untuk menenangkan?
Selain suka cari² alasan, kita pun sering gak bisa nerima kekalahan kita. Misalnya dalam urusan cari kerja, kalo memang tidak berhasil dapat kerja di Eropa, secara bijaksana kita harusnya bisa terima kenyataan itu. Bila kita gagal cari kerja di Eropa, toch masih ada belahan lain dunia. Mungkin Eropa memang bukan jatah kita, sama seperti saat si Justine yang gagal di Wimbledon, toch dia bisa menang lagi di Accura. Gitu juga dengan temen saya yg gagal ngejar cewe itu, toch masih ada cewe lain yg bisa dikejar…
Kemudian, kita pun seringkali menyerah dengan keterbatasan yang ada. Misalnya seperti saya yang gak bisa belajar saat² sekarang ini karena cuacanya panas sekali (minggu ini bisa sampe 36°C) dan tiap hari adanya saya sakit kepala melulu… atau teman yg males²an kerja karena bos-nya amit-amit noraknya… atau seorang cowo yg gak berani ngejar cewe karena cewe itu sungguh luar biasa bagaikan bintang di langit sementara dirinya rasanya seperti kutu di rambut… Well, seperti pertandingan² tenis yg dilalui si Justine, dia gak selalu dalam kondisi yang 100% prima, kadang tangannya cedera, terus kakinya yg luka, tapi dia tetep mengikuti pertandingan itu dan berusaha sebaiknya…
So guys, maju terus, pantang mundur dan berusaha terima kenyataan disaat kita memang kalah…
Leuven, 05.08.03
/rombengus
PS : Terinspirasi atas pertandingan tenis, petenis (Justine Henin-Hardenne) dan lagu²nya Coldplay.
