living life and love to the fullest...

Tuesday, September 21, 2004

Butet, gadis Batak simpenan Lara Croft

Alkisah di bagian utara kota London, seorang gadis Batak bernama Butet sedang berjemur bersama Lara Croft di taman belakang kastilnya Lara. Lara Croft ini persis dengan Lara yang di film Tomb Raider, cantik dan bertubuh aduhai... Dia putri seorang bangsawan Inggris, tinggal di kastil besar, lengkap dengan kuda² dan buku² sebagai interior rumah (Lara kan kutu buku, dan karena bukunya uda kebanyakan ya dijadiin interior rumah olehnya). Tetapi Lara yang satu ini tidak jago berantem, melainkan seorang Direktris perusahaan multinasional yang sebagian sahamnya dimiliki keluarganya.

Sementara si Butet, dia gadis Batak biasa... Fisiknya tidak jelek, tapi tak usahlah dibandingkan dengan si Lara. Kenapa Butet bisa nyasar sampe ke kastilnya Lara?

Begini kisahnya, dua tahun yang lalu Butet terbang ke Portugal (yang summer ini jadi pusat perhatian dunia, ada Piala Eropa euy!) untuk kuliah Master Arsitektur di Lisbon. Butet ini tidak kaya, bukan pula anak orang kaya. Dulu inang dan amang-nya (ibu dan bapak) harus menjual sawah warisan di kampung Samosir demi menyekolahkan Butet ke Portugal. Maklum, bagi keluarga Batak pendidikan anak yang terutama... Orang tua rela makan nasi dan sayur demi menyekolahkan anak²nya. Untung saja Butet ini cerdas sehingga dia bisa mendapatkan titel Masternya dengan magna cum laude! Hebat bukan?

Setelah lulus, Butet berkeras tidak mau kembali ke tanah air, niatnya ingin bekerja di Portugal. Tapi apa daya Butet tak bisa bahasa Portugis, kuliah Master-nya itu merupakan program internasional dalam bahasa Inggris. Tetapi Butet ngotot bisa mendapatkan pekerjaan di Portugal –tanpa perlu bisa bahasa lokal. Maklum, gadis Batak kan terkenal berkarakter kuat dan cenderung keras. Namun setelah setahun berlalu, Butet tak jua mendapatkan pekerjaan disana...

Saat ditanya sohibnya kenapa Butet tak mau kembali ke tanah air, jawabnya « Elo kan tau keadaan Indonesia lagi susah… Gue mana bisa dapet kerja di Indo? Lagian kalo gue kerja di Indo, paling gaji gue cuman berapa ??? » Padahal kenyataannya teman² Butet -seperti temen SMA dan temen kuliah s1nya- pada bekerja dengan layak di Indonesia. Termasuk si Ucok asal Tarutung yang dulu mengejarnya habis²an, Ucok sekarang junior konsultan di kantor konsultan ternama McKensey di Jakarta. Perkara gaji, memang gajinya Ucok sedikit lebih kecil daripada pendapatan Butet yang dulu pernah bekerja sebagai pelayan di sebuah restoran Thailand di Lisbon. Tetapi bila dilihat dari segi future-nya, CV-nya Ucok sebagai junior konsultan akan lebih indah daripada CV-nya Butet sebagai pelayan resto.

Bila diingatkan temannya akan hal idelisme seperti bangun negri Indonesia tercinta dan bangun kampung Samosir, Butet berkomentar keras « Elo sendiri gimana? Udah elo bangun tuh Indonesia? Gimana kita bisa bangun negri kalo Pemerintahnya aja masih makanin duit rakyat? Kagak pake acara malu lagi korupsinya ! »


Kira² setengah tahun yang lalu Butet bertemu Lara via chatting di internet. Dan kemudian si Lara ini jatuh cinta dengan Butet. JATUH CINTA???? YA, Lara yang molek dan cerdas itu ternyata lesbian dan dia jatuh cinta sepenuh hati dengan Butet...

Berjalan dengan waktu, Butet semakin lengket dengan Lara, dan akhirnya Lara pun mengajak Butet untuk tinggal bersamanya. Tadinya Butet sempat ragu, tetapi karena ngotot pingin netap di Eropa namun belum jua mendapatkan pekerjaan, dan karena tinggal dengan Lara adalah satu-satunya jalan supaya bisa bertahan di Eropa (untuk urusan ijin tinggal dan alasan finansial), akhirnya Butet pun terbang dan menetap di kastilnya Lara...

Sekarang kehidupan Butet luar biasa nyaman, mungkin semua gadis-gadis di kampungnya di Samosir akan cemburu melihat keadaan si Butet. Kemana-mana Butet diantar limo yang pintunya kagak bisa diitung jumlahnya (pintu daruratnya banyak banget soalnyaJ). Butet pun mengenakan pakaian² mahal dan bermerk (merk-nya bukan lagi selevel Esprit atau Mexx-nya Belanda; tapi selevel Prada, Dolce, dsb). Butet yang dulu cuman bisa ngiler berdiri di depan toko kamera, sekarang malah mengkoleksi kamera² super canggih: Canon EOS-1DS, NikonD70, Hasselblad H-1, dsb. Maklum, Butet kan arsitek, dan arsitek kebanyakan hobi fotografi.

Butet tak perlu bekerja sedikitpun untuk mendapatkan aneka fasilitas menggiurkan itu, hanya dengan kecap-kecup dan menemani Lara... Pake acara esek-esek juga? Wah, saya gak tau soal itu...

Tentu saja tak ada satupun keluarganya yang tau mengenai kehidupan Butet saat ini. Butet mengaku ke keluarganya bahwa dia bekerja di London dan hidup sendirian. Pernah inang-nya minta dibelikan tiket ke London untuk menjenguk Butet, tapi Butet mengelak « Wah inang, gaji Butet masih kecil, nanti deh bila gaji Butet sudah mendingan... » atau « ...apartemen Butet yang sekarang ini mini banget, nanti inang tidur di mana? »

Tetapi seorang sohibnya tau rahasia Butet itu. Dan saat sohibnya bertanya apakah Butet beneran lesbian dan apakah dia bahagia hidup dengan Lara, jawab Butet « Yah elo, jaman gini masih nanya soal gituan... Ini jaman susah man! Kalo ada kesempatan, musti dimanpaatkan !! » Saat ditanya soal perkara dosa, surga dan neraka, Butet menanggapi « Tiap hari gue denger orang² teriak GO TO HELL ya berarti tiap orang ke neraka dong. Susah² amat... » Bila ditanya soal moral, norma, dan mentalitas « Udah deh, elo urusin aja diri elo sendiri ! Kagak usah ngurusin orang laen ! »

Selain itu, meskipun seorang arsitek tulen, Butet ini suka baca buku filsafat dan dia kagum sekali dengan Kant, seorang filsuf kenamaan. Berdasarkan teori²nya Kant, Butet pun membuat Butetism 1 yg isinya ‘Hidup hanya untuk hari ini’ dan Butetism 2: ‘Karena hidup hanya untuk hari ini, hidup harus dinikmati’.

Sampai detik ini Butet masih tinggal bersama Lara. Entah sampai kapan Butet akan bertahan hidup dengan rahasianya seperti ini...

I don’t know who you are, but you seem very nice, so will you talk to me
Shall I tell you a story, shall I tell you a dream
They think I’m crazy, they don’t know that I like it here
It’s nice and here I get everything for free

- Everything for free oleh K’s Choice (in memoriam K’s Choice –band asal Belgia- 1993-2003)

Horas!
/rombengus 04.06.04


Catatan:
1. Apa sih yang kita cari di dunia? Kenapa musti ngotot akan suatu hal?
2. Apa definisi bahagia bagi kita? Apakah materi dan hidup mewah adalah segalanya?
3. Selalu ada ‘short-cut’ dalam hidup, kita pengen ikutan ?
4. Kita musti gimana ya bila ada kolega/sohib/sodara kita yg ternyata holebi (homo-lesbian-bi)? 5. Ini kisah fiktif, bila memang pernah atau sedang terjadi, mau dong kenalan dengan Lara Croft-nya J Hehehe...

d